ANBK HARI KE-1 SMPN 8 SOLO (Sempat) Terkendala-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) 2021 menjadi Asesmen Nasional (AN). Hal ini disebut sebagai penanda perubahan terkait evaluasi pendidikan di Indonesia.

Dikutip dari website Kemdikbud, Asesmen Nasional 2020 merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh Sekolah, Madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi.

Dalam pelaksanaan ANBK, Mendikbud mengatakan bahwa perubahan mendasar pada Asesmen Nasional ini adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional ini terdiri dari 3 (tiga) bagian,antara lain : 1) Asesmen Kompetensi Minimum yaitu mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil kognitif; 2) Survei Karakter , mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran; 3) Survei Lingkungan Belajar, mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Kepala SMPN 8 SOLO, Triad Suparman, M.Pd. mulai hari Senin – Selasa tanggal 19-20 September 2022 mengadakan ANBK dengan jenis Asesmen Literasi dan Numerasi Survei Karakter, Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar. Pada hari Senin, 19 September 2022 pukul 06.45 – 07.00 WIB di Ruang Aula melakukan pertemuan dengan Peserta Didik yang menjadi pilihan acak dari Kemdikbud melalui dapodik untuk melakukan ANBK sejumlah 45 anak dan 5 anak cadangan.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Sekolah, Triad Suparman, S.Pd., menyampaikan bahwa Asesmen Nasional diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. ANBK tidak diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan sebagaimana Ujian Nasional, melainkan di tengah jenjang pendidikan, yaitu pada kelas 5, 8, 11.

Hal ini untuk mendorong Guru dan Sekolah melakukan tindak lanjut perbaikan mutu pembelajaran setelah mendapatkan hasil laporan Asesmen Nasional. Jadi bukan sekedar untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa sebagai satu diantara syarat kelulusan.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan ANBK menggunakan metode survei. Dan metode ini dilakukan dengan mengambil sampel siswa diambil secara acak dari setiap sekolah. Berbanding terbalik dengan Ujian Nasional, yang menggunakan metode sensus di mana semua siswa di seluruh Indonesia wajib mengikutinya.

Model soal Asesmen Nasional yang diberikan lebih bervariasi bukan hanya sekedar pilihan ganda dan urauan singkat sebagaimana yang diberikan dalam Ujian Nasional. Salah satunya adalah literasi membaca dan numerasi.

Metode penilaian Asesmen Nasional dan Ujian Nasional berbeda, namun meskipun keduanya berbasis computer. Asesmen Nasional menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing ( MSAT ). MSAT ialah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, di mana setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya.

Melalui Ketua Asesmen Nasional SMPN 8 SOLO, Rori Khoirudin, M.Pd. menyampaikan dalam proses ANBK ada hal yang menjadi masalah yaitu terkendala pada website ANBK Kemdikbud adanya beberapa menu yang tidak bisa dibuka alias kurang lancar.

Intinya memang harus bersabar, karena hal ini dapat diatasi dengan direfresh berulang-ulang hingga menu memuat page yang diinginkan. Pelaksanaan Asesmen Nasional dilaksanakan pada sesi pagi yaitu sesi 1. Peserta Didik datang ke sekolah memakai seragam sesuai hari tersebut dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker. Setelah ANBK, kembali pulang ke rumah masing-masing.

Koordinator ANBK SMPN 8 SOLO, Hesti Setyaningsih, S.Kom. menyampaikan  bahwa ruang yang dipakai untuk ANBK ada 3 ( tiga ) yaitu ruang 1 dengan 15 siswa, hadir semua ; ruang 2 ( dua ) dengan 15 siswa hadir semua; dan ruang 3 ( tiga ) dengan 15 siswa, hadir semua. Pelaksanaan ANBK pukul 07.20 WIB peserta sudah masuk di ruang Komputer dan pukul 07.30 WIB sudah mulai mengerjakan soal dan berakhir pada pukul 09.40 WIB.

Dengan didampingi oleh Pengawas dari luar antara lain Sri Nur Rahayu, S.Pd. dari SMP Negeri 2 Surakarta, Ratnawati Kiding, S.Pd. dari SMP Al Islam 1 Surakarta dan Frenti Esa Ramdhani, S.Pd. dari SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, peserta ANBK melakukan survei dengan situansi dan kondisi aman, nyaman dan terkendali.

Asesmen Nasional diselenggarakan selama 2 hari dengan opsi pengerjaan secara luring. Perlu dikatahui bahwa dalam pembelajaran di SMP untuk mata pelajaran TIK kembali diadakan lagi, ini merupakan salah satu bukti  tidak ada kendala bagi siswa dalam mengoperasikan komputer seprti tahun yang lalu karena pandemi.

Untuk itu harapan dari Guru TIK yang sekaligus Koordinator ANBK, Hesti Setyaningsih, S.Kom.,merasa bangga dan bahagia karena mata pelajaran TIK sudah dimunculkan kembali. Itu artinya Siswa sudah tidak gaptek lagi dalam memegang mouse, mencari tanda baca, dll.

Selama pelaksanaan asesmen, semua peserta yang sebelumnya sudah dipersiapkan dengan baik, mengikuti dan mengerjakan asesmen dengan baik dan lancar. Semua sarana pendukung yang dipersiapkan dengan baik, pada dua hari pelaksanaan semoga berfungsi dengan baik.

Melalui asesmen Nasioanal ini, peserta didik 8 (delapan) yang terpilih dari SMPN 8 SOLO, diberi kesempatan oleh Tuhan untuk dapat berbakti kepada Negara, sebagai sampel dalam asesmen dan survei untuk memajukan pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Dengan adanya ANBK ini peserta mengenal berbagai model dan jenis soal. Mereka mengenal soal literasi dan numerasi. Tidak hanya peserta yang kenal dengan ANBK, tapi juga proktor. Proktor bisa belajar mensinkronkan ANBK.

Banyak yang bisa diambil dari pelaksanaan simulasi ANBK tersebut. Mulai dari perlunya upgrade perangkat dan SDM yang dilakukan oleh Teknisi SMPN 8 SOLO. Karena teknologi selalu berkembang dan perkembangan sangat cepat. Hardware harus diupgrade, termasuk juga software juga diupgrade. Dan tidak kalah pentingnya mengupgrade kemampuan SDMnya.

Semoga ANBK tahun 2022 ini dan seterusnya bisa berjalan dengan lancar. Selamat dan  sukses ANBK. Tidak lupa semoga hasil ANBK mampu memberikan manfaat, bukan hanya nilai belaka.

Sie Publikasi SMPN 8 Surakarta: Dra. Suprapti

Share Post