SMPN 8 Surakarta, dibawah pimpinan Triad Suparman, M.Pd. menyampaikan dalam informasi dinas beberapa hari yang lalu, bahwa SMPN 8 Surakarta sudah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional.

Dan saat ini sedang proses menuju sekolah Adiwiyata Mandiri. Adiwiyata berasal dari 2 kata, yaitu ADI dan WIYATA. Adi sendiri memiliki makna yang hebat, agung, bagus, ideal, atau sempurna. Sedangkan Wiyata berarti tempat di mana seseorang menerima pengetahuan, standar, dan etika.

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika menuju terciptanya kesejahteraan hidup.

Sedangkan Sekolah adiwiyata adalah harapan setiap sekolah di tanah air. Namun komponen dan standar sebagai Sekolah Adiwiyata terkadang masih belum maksimal dimiliki setiap sekolah. Oleh karena itu perlu disiapkan jauh hari sebelum sampai pada penilaian.

Dasar hukum Program Sekolah Adiwiyata ada 2 yaitu: Permen LHK No. 52 Tahun 2019 Tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Permen LKH No. 53 Tahun 2019 Tentang Penghargaan Adiwiyata. Hal ini disampaikan beberapa hari yang lalu, dalam MPLS, sebagai penyaji Sekolah Adiwiyata Rekyan Pamusthi, S.Pd. (Guru IPS SMPN 8 Surakarta), bahwa tujuan didirikannya sekolah Adiwiyata adalah mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan tiga cara, yaitu: Menciptakan tempat belajar yang lebih baik untuk meningkatkan mutu murid, guru, wali murid, hingga masyarakat sekitar, sekaligus melestarikan lingkungan hidup.

Ikut membantu melestarikan lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi yang akan datang.

Warga sekolah bertanggung jawab dalam menyelamatkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Menurut Rekyan Pamusthi, S.Pd., kiat-kiat menjadi Sekolah Adiwiyata antara lain : a) Membentuk tim sekolah, b) Melakukan kajian terhadap lingkungan, c) Melakukan rencana dan terapan aksi dan d) Melakukan monitoring dan evaluasi.

Tim sekolah merupakan tim yang berperan penting dalam pelaksanaan program adiwiyata yang mana diantaranya terdapat pengelolaan lingkungan di sekolah dalam hal ini termasuk bagaimana melibatkan semua unsur warga sekolah menjadi penting yakni keterlibatan aktif dari seluruh siswa.

Sedangkan yang dimaksud dengan melakukan kajian terhadap lingkungan yaitu sebelum memulai program adiwiyata sekolah harus melakukan kajian lingkungan hidup yang mana termasuk kajian lingkungan Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang dirancang untuk memberikan gambaran kondisi sekolah saat ini rencana aksi merupakan inti dari program sekolah adiwiyata.

Oleh karena itu perencanaan ini merupakan serangkaian kegiatan dan sasaran yang dijadwalkan serta menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan lingkungan sebagai hasil dari kajian lingkungan yang telah dilakukan.

Untuk mengetahui apakah tim sekolah berhasil mencapai target yang tercantum dalam rencana aksi atau tidak maka hal yang harus dilakukan yakni dengan melakukan pemantauan dan mengukur setiap kemajuan yang diharapkan.

Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. merasa senang atas penghargaan yang sudah diterima oleh sekolah antara lain ; penghargaan Adiwiyata Kota, Penghargaan Adiwiyata Provinsi, dan penghargaan Adiwiyata Nasional, dan saat ini sedang menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, yaitu penghargaan yang diberikan oleh bupati / walikota. Hadiah Adiwiyata provinsi adalah penghargaan yang diberikan oleh gubernur. Penghargaan Adiwiyata Nasional adalah penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Hutan.

Meraih prestasi gelar Sekolah Adiwiyata tak hanya sekadar membentuk kebiasaan merawat dan menjaga kebersihan sekolah. Lebih dari itu, Sekolah Adiwiyata juga mengajak siswa dan perangkat sekolah sejak dini untuk sadar lingkungan dan pembentukan karakter. Untuk itu, sekolah yang sudah diberikan statusnya sebagai sekolah Adiwiyata harus tetap menjalankan program-program sebagai sekolah Adiwiyata atau sekolah ramah lingkungan.

Visi SMPN 8 Surakarta adalah Sekolah yang Berprestasi, Berkarakter, Berbudaya, Berwawasan Lingkungan Berdasarkan Iman dan Taqwa. Sekolah menyampaikan program unggulan untuk Sekolah Adiwiyata antara lain : memanfaatkan limbah air wudhu untuk budidaya ikan lele dan berbagai macam sayuran (Aquaponik dan Hidroponik). Composting yaitu mengolah sampah organic menjadi pupuk kompos “Depanska”. D’Basic ( Depanska Bebas Sampah Plastik ) yaitu dengan meminimalisir penggunaan kemasan plastic di lingkungan sekolah. GPS ( Gerakan Pilah Sampah ) dengan membuang sampah sesuai dengan jenisnya yaitu sampah organic dan sampah non organik. Reuse yaitu dengan memanfaatkan barang bekas untuk digunakan kembali.

Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. berharap bahwa Sekolah Adiwiyata ini dapat mengajak anak dalam pembiasaan, tanggung jawab, kebersamaan, peduli lingkungan. Poin utama adalah edukasi kepada siswa terkait karakter lingkungan. (*)

*) Oleh : Sri Suprapti, Sie Publikasi SMPN 8 Surakarta

Share Post