Akhirnya SMPN 8 Surakarta di SWAP Massal

Sejarah SMP Negeri 8 Surakarta adakan Swab Massal, dengan jumlah 381 sampel. Ini dikarenakan hari sebelumnya diadakan sampling swap dan ada sekitar belasan anak yang terindikasi positif, sehingga terjadilah swap masal ini (Jumat, 22/10/2021).

Sebelumnya, SETELAH SATPOL PP, KINI NAKES KE SMPN 8 SURAKARTA, ADA APAKAH? – Sebanyak 30 siswa SMPN 8 Surakarta, dua orang guru dan Kepala Sekolah menjalani tes PCR di sekolah setempat pada Senin (18/10/2021). Pelaksanaan tes PCR dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngoresan, Solo.

Video detik-detik SWAP di SMPN 8 Surakarta

Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd mengatakan, tes PCR ini merupakan bagian dari kebijakan Pemkot Surakarta, Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas Ngoresan untuk melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM).

“Karena itulah digelar pemeriksaan Swab secara sampling pada 30 peserta didik dan tiga orang  guru,” jelas Triad, seperti dikutip dalam rilisnya ke https://smpn8solo.sch.id/.

Sebelum tes dimulai, para siswa tampak tegang dan gugup. Namun keadaan itu berhasil dicairkan oleh Kepala UPT Puskesmas Ngoresan drg. Retno Handarurini dalam kata pengantarnya. Drg Retno menjelaskan, dengan adanya sampel usap tes PCR tersebut, diharapkan PTM di Solo jauh dari klaster baru penyebaran Covid-19.

Lebih jauh dia berharap, hasilnya nanti negativ agar Solo tetap bisa terus melakukan PTM. “Mudah-mudahan ini akan menjadi tolok ukur Kota Solo dalam menjalankan PTM. Semoga saja tidak ada Guru dan Peserta Didik yang kedapatan positif Covid-19,” ujarnya berharap.

Drg Retno menjelaskan, 30 peserta didik yang mengikuti uji usap itu akan diistirahatkan terlebih dulu selama  dua hari. Sementara peserta didik yang lain tetap menjalankan PTM terbatas.

Para siswa yang menjalani uji usap tersebut, menurut drg Retno, sudah mendapatkan izin dan persetujuan dari orang tua mereka.

Jika hasil tes sudah keluar, jelas drg Retno, maka akan ditindaklanjuti dengan kebijakan terkait PTM terbatas. Sebaliknya, jika ditemukan kasus Covid-19,  maka akan dilakukan tracking.

Menurut Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, secara pengawasan memang di sekolah itu telah menyediakan sarana prasarana pendukung prokes.

Misalnya dengan membentuk Satgas Covid-19, serta guru piket yang bertugas untuk mengawal, mengawasi dan memastikan kesehatan dan kepatuhan peserta didik  dalam penerapan prokes sepanjang beraktivitas di sekolah.

Triad berharap, semoga dengan Prokes ketat, tidak ada civitas sekolah yang terpapar, sehingga hari masuk anak-anak bisa bertambah, dan mereka akan lebih bersemangat lagi.

Untuk memenuhi Prokes menjaga jarak, sampai saat ini masih menerapkan kapasitas 50 % untuk sekali PTM. Sehingga sejak pertama awal September sampai sekarang SMP Negeri 8 Surakarta memakai sistem masuk giliran dua hari hari sekali.

sie publikasi: Sri Suprapti,S.Pd,M.Pd

Blog | Pendidikan
Share Post