SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL, ADA APA DENGANMU?

“Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif.”

SMP Negeri 8 Surakarta dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) penghujung tahun lalu di Jakarta, Jumat (21/12/2018). Penghargaan tingkat nasional tersebut diterimakan langsung kepada  kepala sekolah,

Triad Suparman, M.Pd.

Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif.

Untuk menjadi sekolah adiwi-yata nasional  bukanlah sebuah perkara yang mudah, semudah membalik telapak tangan.  Dalam penilaiannya tidak hanya terbatas pada berkas-berkas yang bersifat administratif belaka, tetapi juga kondisi real di lapangan yang mencakup beberapa kriteria yang digunakan, diantaranya: kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksa-naan kurikulum berbasis lingkung-an, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan berkelanjutan, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Label penghargaan bergengsi tingkat nasional ini diberikan apabila sekolah yang bersangkutan telah terseleksi menjadi sekolah adiwiyata di tingkat kota/kabupa-ten setempat. Sebelum maju ke tingkat nasional, sekolah-sekolah terseleksi tersebut harus bersaing ketat di tingkat provinsi.

Empat aspek yang harus menjadi perhatian sekolah untuk dikelola dengan cermat dan benar apabila mengembangkan Program Adiwiyata yakni; Kebijakan, Kurikulum, Kegiatan, dan Sarana Prasarana. Sehingga secara terencanam, pengelolaan aspek-aspek tersebut harus diarahkan pada indikator yang telah ditetapkan dalam program Adiwiyaitu:

1. Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan,

2. Kurikulum Berbasis Lingkungan.

3. Kegiatan Berbasis Parisipatif dan

Sarana dan Prasarana Pendukung ramah Lingkungan.

A. Pengembangan Kebijakan Sekolah

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan model pengelolaan sekolah yang mendukung dilaksanakannya pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yakni Partisipatif dan Berkelanjutan. Pengembangan Kebijakan Sekolah yang diperlukan untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan tersebut antara lain ;

a. Visi dan Misi Sekolah yang Peduli dan Berbudaya Lingkungan.

b. Kebijakan Sekolah dalam mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup. 

c. Kebijakan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik Pendidikan maupun tenaga Kependidikan dibidang Pendidikan Lingkungan Hidup.

d. Kebijakan Sekolah dalam hal penghematan Sumber Daya Alam

e. Kebijakan Sekolah yang mendukung terciptanya Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Sehat.

f. Kebijakan Sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan lingkungan hidup.

2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para peserta didik dapat dilakukan melalui kurikulum belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari.

Pengembangan kurikulum berbasisi lingkungan hidup mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan dapat dicapai dengan melakukan hal-hal berikut ini:

a. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran,

b. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.

c. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya,

d.  Pengembangan kegiatan kurikuler untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

3. Pengembangan Kegiatan Berba-sis Parsitipatif

Untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat di sekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.

Kegiatan-kegiatan yang dapat di-lakukan oleh warga sekolah dalam pengembangan kegiatan berbasis partisipatif antara lain:

1. Menciptakan kegiatan ekstrakurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah,

2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar,

3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

4. Pengelolaan dan atau pengembangan Sarana Pendukung Sekolah

Dalam mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan,  ketersedian sarana dan prasarana pendukung untuk pengelolaan lingkungan hidup juga harus diupayakan untuk keperluan:

1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup,

2. Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah,

3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air dan ATK),

4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat,

5. Pengembangan sistem penge-lolaan sampah.

Kategori  Penghargaan Adiwiyata

Ada 3 (tiga) kategori penghargaan dalam program Adiwiyata, yaitu Sekolah Calon Adiwiyata, Sekolah Adiwiyata Nasional, dan Sekolah Adiwiyata Mandiri.

1. Calon sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang dinilai telah berhasil dalam pengembangan lingkungan hidup.

2. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang dinilai telah berhasil dalam melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup.

3. Penghargaan Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah-sekolah yang mampu mempertahankan program-program lingkungan hidup mereka selama tiga tahun berturut-turut.

Manfaat Program Adiwiyata

Tujuan Program Adiwiyata ada-lah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sekolah yang telah menerapkan program adiwiyata dapat merasa-kan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar,  dan hasil pembelajaran  khususnya bagi peserta didik. Hal yang dirasakan oleh warga sekolah antara lain :

1. Merubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya peles-tarian lingkungan.

2. Meningkatkan effisiensi dalam pelaksanaan kegiatan ope-rasional sekolah.

3. Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengu-rangan sumber daya dan energi.

4. Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan  kondusif bagi seluruh warga sekolah.

5. Menciptakan kondisi keber-samaan bagi semua warga sekolah.

6. Dapat menghindari berbagai resiko dampak lingkungan di wilayah sekolah.

7. Menjadikan tempat pembela-jaran bagi generasi muda ten-tang pemeliharaan dan penge-lolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.

Share Post

Tentang

SMP Negeri 8 Surakarta merupakan salah satu SMP Negeri yang ada di Surakarta, yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto No. 51, Jebres, Kota Surakarta.

Calendar

August 2019
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031