04 January 2020

Hanya Rapor Yang Tunggu!

Mengambil rapor adalah aktivitas semesteran yang ditunggu-tunggu oleh orang tua siswa, terlebih lagi bagi mereka yang jarang mengantarkan anaknya ke sekolah atau jarang bertemu dengan guru.

Pada minggu di tengah bulan Desember ini sebagian besar sekolah menjadwalkan pembagian rapor, kesempatan itu tentu harus dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, sebagai orang tua wajib mengagendakan agar tidak diganggu kegiatan lain dan juga bukti perhatian kita pada anak dan perkembangan pendidikannya.

Alhamdulillah telah dilaksanakan dengan lancar agenda wajib penerimaan rapor semester gasal tahun pelajaran 2019 / 2020 oleh para wali murid kelas 7, 8 dan 9. Pada hari Rabu, 18 Desember 2019 di ruang kelas masing-masing undangan disampaikan kepada orang tua untuk membicarakan perkembangan putra- putri orang tua / wali murid dan mengambil laporan nilai akhir semester gasal tahun pelajaran 2019/2020.

Acara dimulai di halaman SMP Negeri 8 Surakarta pada pukul 06.30 diikuti oleh seluruh warga yang beragama Islam. Dan di kapel untuk warga yang beragama Kristen dan Katolik.

Sebelum acara pengambilan rapor dimulai untuk siswa yang beragama Islam mengadakan pengajian di halaman sekolah. Tampak mengikuti acara dengan khidmat para siswa beserta guru mendengarkan sambutan dari Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. Beliau menyampaikan perkembangan SMP Negeri 8 Surakarta dan laporan tentang perkembangan siswa yang sangat siknifikan pada semester ini.

Dengan rasa senang dan semangat Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada semua siswa, semoga kelak ini.bisa menjadi orang sukses yang bermanfaat bagi sekitarnya dan masa depan Negara Indonesia menjadi lebih baik dengan generasi insan yang berkarakter.

Juga disampaikan bahwa kewajiban orang Islam mengingatkan yang lain untuk kebaikan, contoh ibu-ibu guru membawa cambuk untuk memantau sholat jamaah di sekolah. Anak yang belum bisa membaca Al Qur’an harus belajar membaca, bisa dengan teman-temannya atau bapak ibu guru.

Untuk siswa yang beragama Islam mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh ustad Badarudin, S.Ag. Beliau menyampaikan bahwa setiap orang mempunyai potensi untuk berubah yang lebih baik. Tinggalkan yang jelek yang merusak belajar.

Awali semua perbuatan yang baik dengan doa. Kesimpulan dari ceramah tersebut adalah jangan meninggalkan sholat, karena sholat merupakan tiang agama. Manfaat yang baik dari sholat akan kembali kepada diri sendiri.

Siswa yang beragama Katolik yang dipimpin oleh F. Nita Purwaningsih, S.Ag. mengdakan ibadat syukur penutupan semester gasal dan memasuki semester genap.

Nita mengajak siswa yang berjumlah 77 anak merefleksi hal apa saja yang dilakukan selama semester gasal kemarin dan memotivasi anak supaya nanti semester berikutnya bisa melakukan, mengerjakan dan bersikap lebih baik dalam mempersiapkan pelajaran dengan sungguh-sungguh serta dengan cara yang benar.

Untuk siswa yang beragama Kristen berjumlah 146 anak mengadakan renungan pendidikan agama Kristen tutup tahun semester gasal dengan pengisi renungan Ayub Pramono, S.Th,MM,MH.

Setelah kegiatan selesai, seluruh siswa dan wali murid masuk ke ruang pengambilan rapor sesuai dengan kelasnya. Suasana dan wajah para orang tua pun terlihat “sumringah” melihat nilai yang didapatkan oleh anak-anak mereka bagus. SMP Negeri 8 Surakarta yeng merupakan salah satu SMP favorit rayon timur memang senantiasa menghasilkan prestasi-prestasi siswa yang membanggakan setiap tahunnya.

Sesuai dengan kalender akademik tahun pelajaran 2019/2020, pada tanggal 19 Desember 2019 s/d 1 januari 2020 kegiatan belajar mengajar diliburkan. Masuk sekolah awal semester genap tahun pelajaran 2019/2020 hari Kamis tanggal 2 Januari 2020.

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. berharap selama liburan seluruh siswa mengisi kegiatan dengan hal-hal yang positif dan tetap senantiasa belajar meskipun tanpa arahan langsung dari Bapak/ Ibu Guru. Para siswa juga harus tertib dalam beribadah dan juga baik dari pergaulan selama libur.

Harapannya apa yang sudah diterapkan di sekolah dan sudah menjadi kebiasaaan baik dapat tetap terjaga selama siswa berada di rumah, hal ini tentunya membutuhkan kerja sama dan konsisten dengan para orang tua / wali murid. Sebenarnya ada hal-hal yang perlu diingat khususnya bagi para orang tua dan wali murid berkaitan dengan nilai yang tertera dalam buku laporan siswa yang diterima oleh baka/ ibu, wali murid.

Yaitu buku rapor adalah hasil dari pembelajaran yang selama ini ditempuh baik semester awal maupun akhir. Dan terkait isi dari hasil belajar adalah sebuah nilai dari segala aktivitas anak selama melalui pembelajaran di sekolah. ini.

Kerjasama orang tua dan sekolah untuk menjadikan anak-anak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah berbakti pada orang tua, negara dan agama, berguna di masa mendatang. Bantu sekolah, ingatkan mereka agar giat dan tekun belajar, berikan motivasi yang kuat dan pondasi yang kokoh sebagai sarana hidup di masa mendatang.

Sungguh sangat memprihatinkan kondisi dan situasi anak bangsa saat ini, semoga anak-anak selamat dari bahaya-bahaya pergaulan yang kian merajalela. Untuk itu kita didik anak-anak dengan penuh prestasi yang membanggakan.

Yang perlu diketahui oleh orang tua dalam pengambilan rapor ini adalah nilai raihan anak ( tidak bisa dipungkiri banyak orang tua yang ingin tahu raihan nilai anak terlebih dahulu ). Kemudian sikap dan perilaku anak di sekolah.

Jika orang tua tidak pernah dipanggil ke sekolah sebelumnya, biasanya perilaku anak relative baik, kalaupun ada pertentangan masih dalam batas wajar dan bisa ditangani pihak sekolah. Selanjutnya tentang prestasi anak, termasuk yang akademik maupun non akademik, terutama prestasi ranking di kelas. Walaupun di masa sekarang banyak sekolah yang tidak menggunakan ranking, tetapi banyak orang tua yang ingin tahu posisi anak di kelas.

Orang tua bisa membandingkan sikap dan perilaku anak di sekolah dan di rumah, karena biar bagaimanapun melepas anak ke sekolah berarti mempercayakan kepada orang lain dan bersiap dengan segala pengaruh yang akan diterima siswa. Apakah membawa perubahan ke arah yang lebih baik sesuai keinginan orang tua atau tidak. Dalam rapor itulah semuanya terjabarkan.

Harapan untuk pembagian rapor bagi siswa mengetahui hasil belajar diri, konsep-konsep yang belum dikuasai. Memotivasi diri untuk belajar lebih baik, memperbaiki strategi belajar. Bagi orang tua, mengetahui perkembangan anaknya sehingga orang tua dapat membantu anaknya belajar, memotivasi untuk mengingatkan hasil belajar dan melengkapi fasilitas belajar di rumah.

Bagi guru, sebagai feedback juga penilaian digunakan guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas. Hasil penilaian harus dapat mendorong guru agar mengajar lebih baik danmembantu guru untuk menentukan strategi mengajar yang lebih tepat.

Bagi Wali Kelas, melalui rapor wali kelas dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam kelas yang diampunya. Wali kelas dapat menentukan strategi dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya misalnya dengan menata ulang pengaturan tempat duduk, pembagian anggota kelompok belajar dan langkah strategis lainnya untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi siswa atau membantu mengatasi kesulitan belajar siswa yang lemah.

Ingat tokoh dan pelopor pendidikan Ki Hajar Dewantoro dengan semboyan Tut wuri handayani atau aslinya “ ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tutwuri handayani yang artinya dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan atau arahan, di tengah atau diantara murid, guru harus menciptakan prakarsa atau ide dan di depan seorang pendidik harus bisa member tauladan atau contoh tindakan yang baik.

Semoga semboyan ini selalu melekat di hati pendidik. Amiin. (*)

Share Post